Permasalahan Umum Bahasa Inggris Orang Indonesia


Memangnya kenapa dengan sistem pendidikan di Indonesia?

itulah pertanyaan yang muncul saat saya wawancara CCIP. Hal ini terjadi karena diambil dari esensi essay yang saya buat dimana salah satu jawabannya adalah bahwa saya ingin menjadi pengambil kebijakan di bidang pendidikan karena saya rasa ada sesuatu yang kurang. Hal ini terbukti dengan pemahaman bahasa Inggris di masyarakat kita, belajar dari SD sampai dengan Kuliah, tetapi yang menguasai bahasa Inggris hanya berkisar 25% (ngga ada surveynya sih 😊, mungkin butuh juga ya disurvey) atau bahkan kurang karena index literasi kita aja ke-60 dari 61 negara (Botswana adalah negara ke-61).

Kedua hal tersebut kayanya sejalan ya, kurangnya tingkat baca yang hanya 1-2 buku setahun dengan pemahaman berbahasa. Sebenarnya apa masalahnya ya? (kesannya sok tau banget ya..kadang-kadang sih emang 😔).

yang saya ngerti sih, terkadang kita terlalu ribet dengan tenses. Baru mulai belajar, sudah ditakut takuti dengan tenses bukannya suka malah jadi takut dan kabur. Peran siapa hal itu bisa terjadi ?

Mungkin peran guru rada lumayan besar ya. Karena saya pernah mendengar seorang ahli bahasa Inggris mengatakan bahwa "apabila kita memperlakukan bahasa inggris sebagai karya seni maka kita akan takut mencoba dan seolah akan merusaknya, padahal gunakan bahasa inggris sebagai alat untuk komunikasi, maka kita akan bebas untuk mengeksplorasinya"

Tenses memang harus dipelajari tapi nanti setelah kita nyaman dengan bahasanya dulu. Biarlah amburadul tapi kita suka, lama-lama pasti akan mencari tahu struktur kata yang benar seperti apa sehingga belajar tenses secara sukarela tanpa dipaksa.

Kebanyakan permasalahan yang dialami sama kita2 ini pada bidang tenses sebagian besar pasti masalah inconsistency grammar. Biasanya ketika menulis present tense kebanyakan tidak bermasalah namun ketika cerita di past tense maka banyak permasalahan yang muncul. Salah satunya lompat tenses dari past tense ke Future tense karena kita terjebak dengan kata-kata "akan" di masa lalu.

Ternyata jawaban masalah tenses adalah sederhana yaitu menempatkan would, could dan had. maka sebagian besar masalah kita akan terjawab. Sesederhana itu jawaban untuk grammar inconsistency.

At that time, I thought to my self that I would go for fishing because I was so hungry till I thought I could eat a horse. Kayanya seperti itu, tapi kalo salah silakan koreksi.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman CCIP

Apakah Islam ajaran yang Radikal?